To forgive and forget

Hal yang memudahkanku untuk melangkah ke depan dengan ringan adalah karena aku berusaha untuk tidak ‘dihantui’ masa lalu.  Apa yang sudah terjadi, terjadilah.  Aku tidak ingin masa lalu menggayut di kakiku dan memperberat langkah-langkahku.  I have to let it go.

Untuk itu maka tidak ada jalan lain selain ‘memaafkan dan melupakan’.  Sebelum bisa memaafkan 100% pasti beban itu akan tetap terbawa kemanapun aku pergi.  And I don’t want that.  Dengan penuh keikhlasan aku relakan semuanya, aku maafkan semuanya, sehingga hatiku benar-benar bersih dari hal yang negatif.

Aku berdoa semoga semuanya diberikan kebahagiaan di tempat masing-masing dalam menjalankan misi masing-masing.

Forgive and forget.

Insya Allah, hatiku sudah kosong dari kerikil-kerikil sakit hati, kecewa, dendam, atau apapun juga yang menjadi beban negatif. Dengan hati yang kosong, aku berharap bisa merasakan kasih dan sayang, nikmat, karunia dan rahmat dari Allah.  Karena aku yakin bahwa setiap detik Allah sebenarnya memberikan berkah, rahmat, kasih sayang pada seluruh umatNya, hanya saja tingkat kebersihan hati masing-masing yang berbeda dalam menerimaNya.

I feel great, I feel wonderful.  Now, I’m ready to make another journey.

Leave a Reply